Peristiwa Kepunahan Cretaceous-Paleogen, Musnahnya Dinosaurus
Peristiwa kepunahan telah banyak terjadi dalam sejarah bumi dan berulang kali membentuk keanekaragaman hayati global. Peristiwa kepunahan mengakibatkan banyak makhluk hidup di bumi musnah mulai dari berbagai spesies yang hidup di daratan maupun di lautan, bahkan organisme yang dulunya sangat dominan dapat menghilang secara tiba tiba. Hampir di setiap akhir periode dari era Paleozoikum hingga Neozoikum telah dihiasi oleh berbagai peristiwa kepunahan massal. Terhitung sebanyak 5 peristiwa kepunahan telah terjadi dalam sejarah bumi diantaranya kepunahan pada periode Ordovisium, Devonian, Permian, Triass, dan periode Kapur (Cretaceous).
Salah satu peristiwa kepunahan yang paling terkenal dalam sejarah bumi adalah kepunahan pada akhir Periode Kapur (Cretaceous) yang dikenal telah memusnahkan dinosaurus non unggas dimana dulunya mereka merupakan fauna dominan dari Era Mesozoikum dan menempati puncak rantai makanan. Meskipun kepunahan ini bukanlah yang terbesar, namun sangat menarik untuk dipelajari.
Periode Kapur (Cretaceous) merupakan skala waktu geologi dalam Era Mesozoikum yang dimulai 145 juta tahun yang lalu dan berakhir 66 juta tahun yang lalu. Periode Cretaceous dimulai dengan terbentuknya dua benua besar yaitu Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan yang dipisahkan oleh laut Tethys. Ketika Periode Kapur berakhir, sebagian benua dipisahkan satu sama lain oleh samudera luas yaitu Atlantik utara dan selatan.
Secara umum, iklim Periode Kapur lebih hangat daripada saat ini. Iklimnya jauh lebih seimbang karena perbedaan suhu antara kutub dan khatulistiwa sekitar setengah dari saat ini. Suhu lebih rendah pada awal periode, naik ke maksimum pada pertengahan periode dan kemudian menurun seiring pendinginan pada akhir periode. Lapisan es dan gletser hampir jarang ditemukan kecuali di pegunungan tinggi, meskipun akhir periode kapur cukup dingin, itu masih jauh lebih hangat daripada sekarang.
Baca Juga : Evolusi Reptilia
Fauna pada periode Kapur didominasi oleh dinosaurus non unggas, mamalia plasenta, Squamata (ular & kadal), dan sebagian besar ikan yang hidup sebelum perisiwa kepunahan pada akhir periode mengakhiri dominasi mereka. Di wilayah lautan terdapat Bivalvia, Foraminifera, Alga, Plankton, dan juga Amon yang merupakan mangsa utama dari Mosasaurus, predator laut saat itu. Predator di lautan dihuni Plesiosaurus yakni jenis reptil berleher panjang, Ichthyosaurus (kadal ikan), Mosasaurus, dan beberapa jenis hiu.
Jenis dinosaurus yang hidup pada periode ini yaitu Tyrannosaurus, Triceratops, dan beberapa jenis Sauropoda berleher panjang. Mamalia diwakili oleh kelompok Marsupial dan mamalia kecil seperti pengerat. Pada periode ini hidup juga Pterosaurus, vertebrata bersayap pertama yang mampu terbang. Jenis tumbuhan yang umum ditemukan yaitu Sikas, Ginkgo, Pakis, Tumbuhan runjung, dan Angiospermae.
Pada akhir periode Kapur, terjadi sebuah peristiwa kepunahan yang memusnahkan sekitar 75% kehidupan di bumi. Peristiwa ini menandai berakhirnya Era Mesozoikum dan dimulainya Era Neozoikum. Kepunahan yang terjadi pada batas Kapur-Paleogen ini adalah salah satu peristiwa paling menghancurkan dalam sejarah kehidupan Fanerozoikum, baik di darat maupun di laut.
Peristiwa ini diperkirakan terjadi karena adanya dua gangguan lingkungan global yaitu Vulkanisme Deccan dan tumbukan asteroid di semenanjung Yucatan, Mexico. Sebuah asteroid yang diperkirakan berdiameter 10 km jatuh menabrak kawasan Chicxulub yang terletak di semenanjung Yucatan, Meksiko. Tumbukan ini meninggalkan kawah dengan diameter 180 hingga 200 km. Tumbukan ini mengakibatkan sejumlah besar material seperti debu, abu sulfur, karbon, dan aerosol lainnya tersebar ke atmosfer. Kontaminasi atmosfer ini menyebabkan sinar matahari terhalang memasuki bumi dan menyebabkan tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis yang mengakibatkan tingkat kepunahan yang tinggi di seluruh pohon kehidupan. Tumbukan tersebut juga mengakibatkan gelombang panas skala besar dan tsunami yang melanda bumi.
Gunung berapi yang terletak di dataran tinggi Deccan, di bagian barat tengah India saat ini, meletus menghasilkan serangkaian gelombang letusan pendek yang terjadi secara terus menerus. Vulkanisme ini melepaskan gas atmosfer yang aktif secara radiasi, terutama karbondioksida (CO2) dan sulfurdioksida (SO2), yang diduga telah mendorong perubahan iklim global.
Diantara kelompok organisme yang mengalami kepunahan yaitu beberapa vertebrata ikonik seperti dinosaurus non unggas, Pterosaurus, dan Reptil laut seperti Mosasaurus dan Plesiosaurus. Sementara beberapa kelompok lain bertahan namun mengalami penurunan keanekaragaman yang parah, termasuk burung, mamalia, dan squamata (Kadal & Ular). Sedangkan tanaman darat mengalami kepunahan tingkat spesies sebesar 80% atau lebih.
Terlepas dari besarnya dampak dan kepunahan yang diakibatkan oleh peristiwa ini, ekosistem di bumi dapat melakukan pemulihan setelah beberapa waktu lamanya. Tumbuhan Pakis yang diikuti oleh komunitas perintis Angiospermae mengawali pemulihan flora di bumi. Sementara itu, kelompok vertebrata yang masih hidup, seperti mamalia, burung, amfibi, dan reptil, serta ikan dengan cepat mengalami pemulihan dan menyebar berevolusi ke berbagai spesies yang beraneka ragam.
Kepunahan dinosaurus non unggas merupakan kisah peringatan yang mengisyaratkan bahwa kelompok organisme yang dulunya sangat dominan dan menempati puncak rantai makanan dapat punah secara tiba tiba. Dengan punahnya dinosaurus non unggas, meninggalkan banyak kekosongan relung ekologi di bumi, hal ini memicu diversifikasi dan evolusi dari Mamalia untuk berkembang menempati kekosongan relung tersebut sehingga muncullah Mamalia berukuran raksasa seperti Mammoth dan sebagainya. Dengan adanya dominasi Mamalia ini, maka Era berikutnya, yaitu Era Neozoikum/Kenozoikum disebut dengan "Zaman Mamalia".
Referensi :
Blonder., B, Royer., D, Johnson., K, Miller., I, dan Equist., B. 2014. Plant Ecological Strategies Shift Across The Creataceous-Paleogene Boundary. PLOS Biology. 12 (9) : 1.
Chiarenza., A, Farsworth., A, Mannion., P, Lunt., D, Valdes., P, Morgan., J, dan Allison., P. 2020. Asteroid Impact, Not Volcanism, Causes The End-Cretaceous Dinosaurs Extinction. Proceding National of Academy of Science. 117 (29) : 17084 - 17093.
Vellekop., J, Sluijs., A, Smit., J, Schouten., S, Weijers., J, Damste., J, dan Brinkhuis., H. 2014. Rapid Short-term Cooling Following The Chicxulub Impact At The Cretaceous-Paleogene Boundary. Proceding National of Academy of Science. 111 (21) : 7537 - 7541.
Komentar
Posting Komentar