Apakah Dinosaurus Berdarah Panas Atau Berdarah Dingin ?
Archosauria merupakan kelompok vertebrata yang beranggotakan buaya, dinosaurus, pterosaurus, serta burung modern yang hidup saat ini. Archosauria merupakan penghubung antara Reptil dengan Aves. Dinosaurus yang merupakan hewan sangat ikonik masih menyimpan perdebatan tentang metabolisme mereka. Kemampuan dinosaurus untuk menghasilkan panas metabolik telah menjadi kontroversi selama 4 dekade terakhir, temuan bukti konklusif tentang terjadinya endotermi diantara dinosaurus non-unggas akan sangat mengubah pemahaman kita tentang endotermi dan seluruh rangkaian terkait diantara Sauropsida. Studi studi awal didasarkan pada pengamatan kesamaan morfologi antara burung dan dinosaurus non-unggas, hanya fitur kualitatif atau variabel yang secara tidak langsung berhubungan dengan laju metabolisme yang digunakan tanpa melakukan estimasi kuantitatif termometabolisme.
Produksi panas metabolik pada Archosauria telah memainkan peran penting dalam radiasi evolusioner mereka selama Era Mesozoikum, dan kondisi metabolisme leluhur mereka telah lama menjadi bahan perdebatan dalam sistematika dan Paleontologi. Studi tentang histologi tulang fosil memberikan informasi penting tentang laju pertumbuhan tulang, yang telah digunakan untuk menyelidiki evolusi termometabolisme pada Archosauria. Namun, tidak ada estimasi kuantitatif tingkat metabolisme yang pernah dilakukan pada fosil menggunakan fitur histologis tulang. Apalagi hingga saat ini, belum ada model inferensi yang memasukkan informasi filogenetik dalam bentuk variabel prediktif.
Apakah fisiologi dinosaurus non-unggas mirip dengan Reptil modern, yaitu ektoterm yang memiliki suhu tubuh yang dikendalikan oleh pertukaran panas dengan lingkungan, atau endoterm, seperti mamalia dan burung yang mempertahankan suhu tubuh tinggi dan stabil melalui produksi panas metabolik dan termoregulasi yang ketat. Endoterm adalah organisme yang memanfaatkan panas yang dihasilkan secara internal untuk mempertahankan tubuh mereka pada suhu yang menguntungkan secara metabolik. Ektoterm adalah organisme yang memiliki produksi panas internal yang kecil atau dapat diabaikan dan bergantung pada panas di lingkungan untuk mencapai suhu tubuh yang menguntungkan secara metabolik. Atau, apakah dinosaurus non-unggas memiliki fisiologis peralihan antara ektoterm dengan endoterm, yang disebut dengan Basoendothermi atau Mesothermi. Basoendothermi didefinisikan sebagai endotermik dengan suhu tubuh <35 C. Mesothermi digambarkan sebagai organisme yang mengandalkan panas metabolik untuk menaikkan suhu tubuhnya di atas suhu lingkungan tetapi tidak mempertahankan titik termal seperti halnya endoterm.
Baca juga : Tidak Semua Reptil Dengan Nama -Saurus Adalah Dinosaurus
Selama bertahun tahun, para ilmuwan berasumsi bahwa dinosaurus yang berevolusi dari Reptil, juga berdarah dingin (ektoterm), dengan metabolisme yang lambat. Namun, pada akhir tahun 1960-an, muncul gagasan bahwa dinosaurus, mungkin berdarah panas, seperti mamalia dan burung, dengan suhu tubuh yang relatif konstan dan diatur secara internal. Yang lain lagi berpendapat bahwa dinosaurus memiliki metabolisme yang mirip dengan Reptil kontemporer, dinosaurus besar mengatur suhu yang lebih tinggi melalui inersia termal. Inersia termal memungkinkan tubuh untuk mendekati homeothermi, atau suhu tubuh konstan, ketika rasio massa tubuh terhadap luas permukaan cukup tinggi. Jika hipotesis homeothermi inersia benar, suhu tubuh akan meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran tubuh.
Dalam sebuah studi baru, James Gilloly, Andrew Allen, dan Eric Charnov menyelesaikan perdebatan ini. Mereka menggunakan model yang memberikan perkiraan suhu tubuh dinosaurus berdasarkan lintasan pertumbuhan perkembangan fosil dewasa dari spesies yang sama. Gilloly dan kawan kawan mengumpulkan data dari delapan spesies dinosaurus yang ukurannya berkisar antara 30 pon hingga 28 ton.
Model menunjukkan bahwa suhu tubuh dinosaurus meningkat seiring dengan ukuran tubuh, dari sekitar 77 F pada 26 pon menjadi 105,8 F pada 14 ton. Para peneliti menjelaskan bahwa suhu tubuh dinosaurus yang lebih kecil mendekati suhu lingkungan, seperti Reptil kecil modern. Hal ini menunjukkan bahwa suhu tubuh naik seiring dinosaurus tumbuh, meningkat sekitar 37,4 F untuk spesies dengan berat sekitar 661 pon saat dewasa dan hampir 68 F untuk mereka yang mencapai sekitar 27 ton (Apatosaurus excelsus). Suhu tubuh yang diprediksi untuk dinosaurus terbesar (60 ton) yaitu sekitar 118 F.
Gilloly dan kawan kawan menunjukkan validitas hasil ini dengan menunjukkan bahwa model berhasil memprediksi peningkatan suhu tubuh yang terdokumentasi dengan ukuran buaya yang ada. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa dinosaurus adalah Reptil dengan suhu tubuh meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran tubuh, hal ini memberikan bukti kuat untuk hipotesis homeothermi inersia
Referensi :
Gilloly., J, Andrew., A, dan Eric., C. 2006. Dinosaurs Fossils Predict Body Temperatures. Plos Biology. 4 (8) : 248.
Legendre., L, Guillaume., G, Jennifer., B, dan Jorge., C. 2016. Paleohistological Evidence for Ancestral High Metabolic Rate in Archosaurs. Society of Systematic Biologists. 65 (6) : 990.
Pontzer., H, Vivian., A, dan John., H. 2009. Biomechanics of Running Indicates Endothermy in Bipedal Dinosaurs. Plos One. 4 (11) : 7788.

Komentar
Posting Komentar